Persamaan Akuntansi dan Transaksi Keuangan

Setelah sebelumnya memahami definisi, manfaat dan tujuan akuntansi, kita akan berlanjut kepada bagaimana mengaplikasikan akuntansi ke dalam bisnis melalui persamaan akuntansi. Elemen-elemen persamaan akuntansi terdiri atas aset, liabilitas, dan ekuitas.

Aset adalah seluruh sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Aset dapat terdiri dari kas, tanah, bangunan, peralatan, dan sebagainya. Aset bersumber dari (1) utang yang disebut dengan liabilitas dan (2) pemilik yang disebut dengan ekuitas. Berdasarkan hal itu, kita dapat menurunkan persamaan akuntansi sebagai berikut:

ASET = LIABILITAS + EKUITAS

Perlu digarisbawahi bahwa jumlah sisi sebelah kanan harus sama dengan sisi sebelah kiri, dalam artian bahwa jumlah aset yang dimiliki oleh perusahaan sama dengan jumlah liabilitas ditambah ekuitas perusahaan. Sebagai contoh PT ABC memiliki total aset senilai Rp10 miliar dengan modal yang berasal dari pemilik sebesar Rp7 miliar. Oleh karena itu, berdasarkan persamaan di atas jumlah utang atau liabilitas perusahaan adalah sebesar Rp10 miliar – Rp7 miliar = Rp3 miliar.

Ekuitas menunjukkan jumlah kepemilikan aset yang merupakan hak dari pemilik. Ekuitas berasal dari modal pemilik (penambahan dan pengurangan modal) dan laba rugi perusahaan (pendapatan dan beban). Atas dasar tersebut, persamaan akuntansi sebelumnya dapat kita modifikasi sebagai berikut:

ASET = LIABILITAS + EKUITAS
ASET = LIABILITAS + MODAL + PENDAPATAN – BEBAN

Persamaan Akuntansi dan Transaksi Keuangan

Transaksi keuangan merupakan transaksi ekonomi yang mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan. Sebagai contoh pembelian bangunan senilai Rp3 miliar merupakan transaksi keuangan karena mempengaruhi ekonomi dan keuangan perusahaan, sementara perekrutan pegawai baru bukan merupakan transaksi keuangan. Seluruh transaksi keuangan harus dicatat dan kita dapat mengunakan persamaan akuntansi sebelumnya untuk mencatatnya. 

Berikut adalah contoh pengaplikasian persamaan akuntansi dalam mencatat transaksi keuangan sebuah perusahaan:

“Kantor Konsultan Budi (KKB)” merupakan usaha perseorangan yang didirikan dan dimiliki oleh Budi sejak September 2016. KKB menyediakan jasa di bidang perencanaan keuangan. Selama September 2016, informasi-informasi yang tersedia adalah sebagai berikut:

a. Budi menyetorkan uang kas sebesar Rp90 juta dan bangunan senilai Rp200 juta sebagai modal awal


 Informasi tersebut merupakan transaksi keuangan dimana KKB memperoleh aset berupa kas senilai Rp 90 juta dan bangunan senilai Rp200 juta sehingga total aset KKB senilai Rp290 juta. Perhatikan bahwa sisi kiri dan kanan selalu sama jumlahnya dimana seluruh aset tersebut (Rp290 juta) berasal modal Budi sebagai pemilik.

b. KKB memberikan jasa perencanaan keuangan ke PT XYZ sebesar Rp25 juta dan akan dibayar seminggu kemudian


Transaksi di atas merupakan pendapatan bagi KKB senilai Rp 25 juta. Karena pendapatan tersebut belum dibayar oleh PT XYZ, maka KKB mengakui aset berupa piutang senilai Rp25 juta.

c. Memperoleh sebagian pembayaran senilai Rp10 juta dari PT XYZ

Transasksi di atas mengakibatkan jumlah piutang KKB berkurang senilai Rp10 juta dan dikonversikan menjadi aset lain berupa kas senilai Rp10 juta.

d. Melakukan pembelian mobil senilai Rp100 juta sebagai kendaraan operasional perusahaan dan pembayarannya akan dilakukan tiga hari kemudian

KKB mengakui aset berupa mobil senilai Rp100 juta, dan karena pembayaran atas pembelian mobil ditangguhkan maka KKB mengakui liabilitas atau utang dengan nilai yang sama.

e. Melakukan pembayaran sebagian dari harga mobil senilai Rp75 juta dan sisanya akan dilunasi sebulan kemudian


Pembayaran utang mengakibatkan jumlah utang KKB berkurang sebesar Rp7 juta serta berkurangnya aset berupa kas dengan nilai yang sama

f. Melakukan pembayaran gaji karyawan untuk bulan September 2016 sebesar Rp5 juta, tagihan telepon dan internet sebesar Rp2 juta dan beban-beban lainnya senilai Rp1 juta

Pembayaran gaji, tagihan telepon dan internet, dan beban lainnya menimbulkan beban di sisi kiri sementara di sisi kanan aset berupa kas juga berkurang dengan nilai yang sama yaitu sebesar Rp8 juta

g. Budi melakukan penarikan modal senilai Rp4 juta untuk keperluan pribadinya

Penarikan modal oleh Budi mengakibatkan berkurangnya modal di sisi kanan dan aset berupa kas di sebelah kiri dengan nilai yang sama yaitu Rp10 juta.

h. KKB berencana untuk merekrut pegawai baru di akhir September seiring perkembangan usahanya yang semakin meningkat
Perekrutan pegawai baru tersebut bukan merupakan transaksi keuangan sehingga tidak perlu dilakukan pencatatan.

Berdasarkan transaksi-transaksi di atas, saldo akhir masing-masing elemen adalah sebagai berikut:


Perhatikan bahwa jumlah di sisi kiri dan di sisi kanan selalu sama sesuai persamaan akuntansi yaitu aset = liabilitas + ekuitas. Saldo akhir aset adalah Rp322 juta (7+15+100+200), sama dengan junlah liabilitas senilai Rp25 juta dan total ekuitas sebesar Rp297 juta (280+25-5-2-1)

Prinsip penting yang dapat diterapkan dalam pengaplikasian persamaan akuntansi dalam pencatatan transaksi keuangan adalah sebagai berikut:
  1. Hanya transaksi keuangan yang dicatat sesuai persamaan akuntansi. Tansaksi-transaksi yang bukan termasuk transaksi keuangan tidak perlu dilakukan pencatatan
  2. Pencatatan transaksi keuangan selal mengakibatkan kenaikan atau penurunan di satau atau lebih elemen persmaan akuntansi (aset, liabilitas, dan ekuitas)
  3. Sisi kiri dan kanan dari persamaan akuntansi harus bernilai sama

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Persamaan Akuntansi dan Transaksi Keuangan